Beranda blog Halaman 2918

Hampir 3 Tahun Diburu, 2 Penyerang Novel Baswedan Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara

0

TNews, JAKARTA – Marah. Kata tersebut keluar dari mulut penyidik senior KPK, Novel Baswedan, saat memberikan tanggapan lengkap atas tuntutan 1 tahun penjara terhadap 2 penyerangnya.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (11/6), jaksa penuntut umum pada Kejati DKI menuntut ringan 2 penyerang Novel yang merupakan polisi aktif, Brigadir Rahmat Kadir dan Brigadir Ronny Bugis, dengan hukuman masing-masing 1 tahun penjara.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa diberi kesempatan menyampaikan nota pembelaan di sidang selanjutnya, sebelum akhirnya majelis hakim menjatuhkan vonis.

Jaksa menyatakan, tuntutan ringan itu lantaran keduanya sudah meminta maaf, menyesal, kooperatif, serta telah mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun. Selain itu, menurut jaksa, keduanya tak berniat melukai Novel. Jaksa menilai Rahmat dan Ronny hanya ingin memberi pelajaran, tapi tanpa sengaja air keras yang disiram mengenai mata Novel.

“Dalam fakta persidangan yang bersangkutan hanya ingin memberikan pelajaran kepada seseorang, yaitu Novel Baswedan dikarenakan alasannya dia lupa dengan institusi, menjalankan institusi. Kemudian ketika dia ingin melakukan pembelajaran penyiraman ke badannya ternyata mengenai mata,” kata jaksa.

Tuntutan ringan terhadap 2 penyerang Novel itu pun langsung menuai kecaman publik. Tuntutan tersebut dianggap tidak mencerminkan keadilan di mana kerusakan pada mata Novel bersifat permanen.

“Tuntutan JPU di Kejati DKI terhadap penyerang Novel Baswedan jelas mencederai rasa keadilan di negara ini. Pelaku, yang bisa saja membunuh Novel, tetap dikenakan pasal penganiayaan, sementara Novel harus menanggung akibat perbuatan pelaku seumur hidup,” kata Direktur Amnesty Internasional, Usman Hamid.

Kritik juga datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Ia menilai alasan tidak ada niatan dan tidak sengaja yang disampaikan jaksa tidak masuk akal dan tidak dapat diterima.

“Alasan tidak sengaja ini menurut saya memalukan. Dalam hukum pidana tidak dikenal istilah tidak sengaja, adanya lalai. Pernyataan jaksa ini menurut saya sudah bukan mencederai keadilan lagi, tetapi sudah mencederai akal sehat. Enggak bisa diterima,” tegas Sahroni.

“Mana ada orang bawa-bawa air keras terus dilemparin ke orang dengan enggak sengaja? Ini enggak rasional. Lagian udah jelas-jelas pelaku ngaku dendam, kok bisa ada kesimpulan jaksa enggak sengaja?” ketus politikus NasDem itu.

Ringannya tuntutan dari jaksa juga tak sebanding dengan lamanya perburuan terhadap 2 pelaku tersebut. Sejak Novel diserang pada 11 April 2017, kedua pelaku baru ditangkap pada 26 Desember 2019.

Artinya butuh waktu hampir 3 tahun, tepatnya 2 tahun 8 bulan, bagi polisi menangkap pelaku. Sedangkan tuntutan jaksa hanya 1 tahun.

 

Sumber: Kumparan.com

Gubernur Sulut Perpanjang ‘Work From Home’ Hingga 19 Juni 2020

0
Olly Dondokambey

TNews, SULUT – Guna mencegah penyebaran COVID-19, Gubernur Olly Dondokambey, memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau biasa disebut work from home (WFH) bagi ASN dijajaran pemerintahan provinsi Sulawesi Utara.

Hal itu ditetapkan dalam Surat Edara (SE) nomor 800/20.6390/sekre-BKD tentang penyesuaian sulistem kerja ASN dalan rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkuan Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam SE tersebut dikabarkan WFH berlaku sampai dengan 4 Juni 2020.

Terbaru, Gubernur Olly Dondokambey mengeluarkan SE nomor 800/20.6557/sekre-BKD tertanggal 8 Juni 2020.

Dalam surat yang ditanda tangani, Gubernur Olly Dondokambey tersebut disebutkan bahwa WFH diperpanjang sampai dengan tanggal 19 Juni 2020.

Kepala Biro Pemerintahan, Jemmy Kumendong, mengatakan WFH berlanjut sampai waktu yang ditentukan dalam SE perubahan.

“WFH akan berlanjut sampai minggu depan sesuai waktu dalam surat edaran, dan akan dilihat perkembangan selanjutnya, ujar Jemmy Kumendong, Jumat (12/6/2020).

 

Sumber: Berita Manado

Tak Sadar Dirinya Positif Corona, Pria Ini Sempat Gelar Pernikahan

0

TNews, BLITAR – Satu lagi warga Kabupaten Blitar dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19. Pria ini sempat melakukan ijab kabul pernikahan di KUA sebelum melakukan tes swab di rumah sakit swasta di Kota Malang.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan warga yang positif baru ini tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG). Yang bersangkutan pria berusia 26 tahun, warga Desa Bacem Kecamatan Sutojayan.

“Yang positif baru ini bekerja di luar Jawa. Dia pulang ke Blitar pada 20 Maret, kemudian menikah dan ijab kabul di KUA pada 6 April,” kata Krisna saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (13/6/2020).

Setelah menikah, lanjut Krisna, yang bersangkutan tidak melakukan perjalanan kemana-mana. Namun karena harus kembali bekerja ke luar Jawa, yang bersangkutan kemudian melakukan tes swab untuk persyaratan perjalanan jarak jauh.

“Tanggal 9 Juni tes swab di RS Lavalete Malang dan Jumat (12/6) hasilnya kami terima bahwa yang bersangkutan positif terinfeksi virus Corona,” ungkapnya.

Begitu mendapat hasil itu, Krisna mengaku pihaknya langsung mendatangi rumah pasien dan melakukan tracing kepada semua orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien. Dari delapan orang yang melakukan kontak erat, dilakukan rapid test dan hasilnya semua non reaktif.

“Pasien kami rujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk diobservasi. Sedangkan KUA tetap buka, karena jaraknya sekitar satu bulan dengan pasien dinyatakan positif,” pungkasnya.

Dengan bertambahnya satu pasien positif, maka jumlah total positif COVID-19 di Kabupaten Blitar menjadi 11 orang. Dengan rincian satu diobservasi, tujuh dinyatakan sembuh dan tiga meninggal dunia.

Sementara jumlah PDP terus bertambah, per Jumat (12/6) sebanyak 55 orang. Rinciannya, 31 selesai pengawasan, empat masih dirawat dan 20 orang meninggal dunia.

 

Sumber: Detik.com

Tertular dari Donatur, 14 Anak Panti Asuhan Ini Positif Corona

0

TNews, JAKARTA – Sebanyak 14 anak panti asuhan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), positif virus Corona (COVID-19). BNPB mengatakan mereka tertular dari pengasuh yang diduga terpapar dari donatur.

“Sebanyak 14 anak panti asuhan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dilaporkan positif mengidap virus corona atau COVID-19. Mereka diketahui terpapar corona dari seorang pengasuh. Mungkin pengasuh itu terpapar dari donatur atau pemberi sumbangan,” kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2020).

Kepala Karantina Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Diklat (BPPD) COVID-19 Kalsel dr Hera sebelumnya mengatakan belasan anak panti asuhan yang positif itu sudah menjalani karantina di Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Diklat (BPPD) Kalsel. Kondisi mereka baik dan ceria.

“Alhamdulillah kondisinya baik dan mereka ceria menjalani masa karantina di sini. Kami masih menunggu hasil lab swab mereka yang diambil di sini dua kali. Sebelumnya, mereka terkonfirmasi positif dari hasil swab di Kabupaten Banjar. Mudah-mudahan swab dua kali ini hasilnya negatif, jadi mereka bisa pulang,” ujar Hera, Kamis (11/6/2020).

Belasan anak panti itu dites swab pada 16 Mei oleh Dinkes Kabupaten Banjar. Mereka lalu menjalani karantina di Gedung BPPD pada 30 Mei.

Hera menuturkan, selama dikarantina, 14 anak itu pun tetap melakukan aktivitas seperti biasa, tanpa keluhan sedang hingga berat. Bahkan sejumlah anak panti asuhan ini terlihat melakukan aktivitas membaca dan bermain catur sebelum melaksanakan salat Asar di musala.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, total penghuni panti asuhan tersebut 27 anak. Sebanyak 13 anak lainnya yang tidak tertular virus Corona langsung dipulangkan ke rumah masing-masing.

Panti asuhan akhirnya ditutup dan disterilisasi demi mencegah meluasnya persebaran virus Corona dalam satu kawasan. Koordinator Karantina Provinsi Kalimantan Selatan Sukamto mengatakan, untuk mencegah penularan COVID-19, pasien terkonfirmasi positif tidak boleh melakukan karantina mandiri.

 

Sumber: Detik.com

2 Hari Kerja Bareng Raffi Ahmad, Dorce Gamalama Sakit dan Harus Diinfus

0

TNews, SELEB – Artis senior Dorce Gamalama berhasil meyakinkan Raffi Ahmad untuk menjadi sopir pribadinya. Dorce sudah menjalani kegiatan menjadi sopir Raffi Ahmad selama dua hari ini dan saat sampai tiba di rumah Dorce merasa mual, muntah dan pusing.

Dalam video yang di unggah oleh RANS Entertainment (12/6), Dorce mengaku setelah makan daging kemudian makan risol yang membuatnya muntah-muntah.

Beruntung saat itu, seluruh karyawan Rans sedang dilakukan perawatan sehingga dokter yang juga sahabat Raffi Ahmad sedang ada di rumahnya. Raffi pun kemudian meminta sahabatnya untuk sekalian memeriksa keadaan Dorce yang terbaring lemas dan pusing di kasur.

“Iyah, udah yang pertama yang banyak. Kalau ini yang nyesek, owwkk. Tadi dikasih makan itu” ucap Dorce.

Setelah diperiksa, Dorce diberikan obat untuk asam lambung dan obat pusing oleh dr. Gerry.

“Saya makan tadi jam 12, terus sebelum ke sini saya makan nasi sama sop. Udah, tadi diluar bawa mobil aman-aman saja enggak muntah, eh pas makan steak tuh muntah. Perut gua orang biasa, makan-makanan orang kaya begitu, tapi ngga apa apa deh” ucap Dorce ketika dirinya masih terbaring lemas di ranjang.

Dorce kemudian memuji Sultan Andara itu karena semua karyawannya di lakukan pemeriksaan COVID-19 dan juga disuntik semua vitamin.

“Eh Raffi tuh gila ya, semua karyawannya di suntik-suntikin vitamin C,” tutup Dorce.

Raffi kemudian menelepon Sule untuk menjenguk Dorce yang sedang terbaring lemas di kamarnya. Menurut Raffi, Dorce berkata kepada Raffi untuk bertemu dengan Sule dan Baim wong.

 

Sumber: Kumparan.com

Wow! Viral Video Kepala Dinas TikTok Joget India, Ini Kata Anggota DPRD

0

TNews, NASIONAL – Video TikTok Kepala Disparpora Bondowoso Harry Patriantono viral di medsos. Sejumlah kalangan di lingkup eksekutif dan legislatif pun menanggapinya beragam.

Sekretaris Daerah Bondowoso Syaifullah mengatakan akan mengkaji secara mendalam terlebih dulu tindakan Kadispora dalam video TikTok tersebut apakh melanggar etika atau tidak

“Saya belum bisa memutuskan apakah itu melanggar etika atau tidak. Kami sudah menugaskan inspektorat untuk mempelajari secara detail video itu,” kata Syaifullah saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Syaifullah, setelah dikaji kemudian akan segera dibuat laporan ke bupati, tentang langkah-langkah yang akan diambil juga tindakannya, jika memang ada hal yang dinilai melanggar.

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menilai video TikTok itu secara etika kurang pantas. Apalagi sampai menari-nari berdiri di atas meja.

“Itu kan di kantor. Properti yang digunakan juga milik negara, aset daerah,” ujar politisi senior asal PKB tersebut.

Lebih lanjut Ahmad Dhafir mengatakan kalaupun video tersebut mengandung nilai promosi wisata, maka sebaiknya adegan tersebut dilakukan di tempat wisata.

“Jika misal karena ada nilai wisata dan budaya, ya lakukanlah di tempat wisata, sekaligus mempromosikan wisata,” imbuhnya.

Ahmad Dhafir khawatir ketika video tersebut banyak ditonton khalayak umum, masyarakat akan meniru perbuatan tersebut. Karena itu dilakukan oleh pejabat publik.

Sebelumnya diberitakan, dua video Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Bondowoso Harry Patriantono bersama seorang perempuan berhijab viral di medsos dan jejaring komunikasi.

Video itu beredar luas melalui pesan WhatsApp dan medsos. Harry Patriantono mengaku jika perempuan berhijab yang menari dengannya adalah relasi sekaligus temannya yang memang sudah sangat akrab. Menurutnya, video itu dibuat hanya untuk hiburan semata.

 

Sumber: Detik.com

Tukang Kolombeng Naik Haji

0

TNews, KOTAMOBAGU — Hj Nita Hamid, (53), warga Desa Poyowa Besar I Kecamatan Kotamobagu Selatan, patut diteladani. Pasalnya, berkat niat yang kuat dan semangat yang tinggi, akhirnya bisa mengantarkannya naik haji dari hasil menjual kue Kolombeng.

Mama Ayu sapaan akrabnya bisa menunaikan rukun Islam ke Lima, naik haji. Mama Ayu mengisahkan, sebelum membuka usaha kue kolombeng tahun 2009 silam, awalnya ia menjajakan pisang goreng, kolak kacang ijo (hijau) dan mie di kantin koperasi yang hanya berada didepan rumahnya. “Dulu saya jualan di kantin koperasi. Tapi sekarang kantor Koperasi itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya, saat ditemui di tempat usahanya yang berada di RT I Dusun I jalan raya Desa Poyowa Besar I, Jumat, (12/6/2020).

Di waktu yang bersamaan, bersama sejumlah warga, mama ayu membentuk kelompok usaha yang diberi nama usaha Inaton. Produk yang dijual nata de coco. Namun, usaha nata de coco tidak berjalan lama dan terhenti. Karena keterbatasan peralatan, bahan baku dan sulit dipasarkan, anggota kelompok akhirnya bubar dan mendirikan usahanya masing-masing. Disaat itu juga, mama Ayu dan saudara sepupunya mendirikan usaha kue Kolombeng. “Dengan modal seadanya saya dan sepupu memilih membuat usaha Kolombeng ini. Awalnya dijual di warung-warung yang ada di kampung. Ternyata banyak yang berminat dan hasil penjualannya bagus,” katanya.

Seiring berjalan waktu, usaha kolombeng milik Mama Ayu mulai berkembang hingga sekarang ini. Bahkan, kue ini sudah tersedia di sejumlah Supermarket dan menjadi ole-ole khas Kotamobagu, yang dikemas dengan ukuran 250 gram hingga 750 gram. “Sudah 10 tahun ini berjalan. Alhamdulillah berkat dari usaha ini saya naik haji pada tahun 2019. Tapi sebelumnya juga saya sudah pernah naik haji pada tahun 2009 lalu,” terangnya.

Karena pandemi Covid-19 beberapa bulan ini, omzet penjualan kue kolombeng menurun. Tak patah arang Mama Ayu pun mencoba peruntungan lain dengan membuka pesanan kue Moca. “Untuk kue Kolombeng di masa pandemi  ini saya tinggal membuat sesuai pesanan saja. Biasanya pesanan dari Toko Paris. Selain itu, sekarang ini saya menerima juga pesanan kue moca. Harganya tergantung ukuran mulai dari harga Rp 75 ribu hingga 150 ribu. Untuk pemesanan bisa menghubungi nomor tlp/WA: 081340121054,” pungkasnya.

 

Neno Karlina

Bamperda DPRD Kotamobagu Bahas Ranperda Retribusi Penjualan Bibit dan Benih

0

TNews, KOTAMOBAGU – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu, membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Agenda yang digelar di ruang Badan Musyawarah (Banmus) Sabtu (13/6) ini, membahas tentang Ranperda retribusi penjualan bibit dan benih tanaman.

Pembahasan Ranperda ini, dipimpin Ketua Bapemperda Anugrah Beggie Chandra Gobel, didampingi Wakil Ketua Syarif Mokodongan dan sejumlah personil lainnya yakni diantaranya Yosi Samad, Ahmad Sabir.

Sementara itu, di pihak eksekutif dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kotamobagu Yahya Mokodompit serta sejumlah Kabid nya.

Sayangnya, Kabag Hukum Pemkot Kotamobagu, tidak dapat hadir dikarenakan dalam keadaan sakit. “Mestinya namanya pembahasan berkenaan dengan produk hukum ada Kabag Hukum dan Pol PP. Namun Kabag Hukum Pak Rendra minta maaf berhalangan hadir karena sakit,” kata Beggie Gobel, ketika dikonfirmasi media ini, usai pembahasan.

Lanjutnya, pembahasan ini sangat penting dalam rangka peningkatan PAD Kotamobagu ke depan. “Barang tubuh Ranperda sebanyak 20 pasal, semuanya sudah selesai bahas,” aku Beggie.

Namun masih ada beberapa hal yang harus dibahas untuk finalisasi dari Ranperda tersebut. “Tapi masih akan dibahas lampiran struktur atau besaran tarifnya,” ujar politisi PAN Kotamobagu ini. Agenda ini juga tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Konni Balamba

Bolsel Raih Penghargaan Kapabilitas APIP Level Tiga Sulawesi Utara

0

TNews, BOLSEL – Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), meraih penghargaan atas pencapaian kapabilitas APIP Level III (Tiga) se Sulawesi Utara. Jumat (12/06/2020), bertempat di Aula Kantor BPKP Perwakilan Sulut.

Diketahui, Penghargaan tersebut diserahkan langsung  oleh Kepala perwakilan BPKP Sulut dan diterima  oleh Sekda Bolsel, Marzansiun Arvan Ohy,S.STP.

Menurut Sekda, Diraihnya penghargaan tersebut tidak luput dari perjuangan dan kepemimpinan Bupati Hi Iskandar Kamaru SPt dan Wabup Deddy Abdul Hamid. “Alhamdullilah, Puji Tuhan, hari ini Bolsel meraih predikat kapabilitas APIP  LEVEL 3, dimana  di Sulut hanya 7 daerah yg meraih level 3,”ungkap Sekda.

Dikatakan Sekda, enam daerah lain yang mendapatkan penghargaan APIL Level III yakni, Kabupaten Boltim, Kota tomohon, Kota bitung, Kota manado, Kabupaten talaud dan  Kabupaten sangihe.

“Sedangkan untuk APIL Level II yakni, Kota Kotamobagu, kabupaten bolmut, kabupaten minahasa, kabupaten mitra, kabupaten minsel, kabupaten sitaro dan kabupaten bolmong,”tutupnya

 

Gie

Sering Bersepeda Bisa Merusak Keperawanan? Ini Penjelasannya

0

TNews, KESEHATAN  – Banyak soal mitos seputar selaput dara dan keperawanan. Salah satunya, selaput dara bisa saja robek atau berubah karena bersepeda. Benar nggak sih? Dokter kandungan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, dr Dinda Derdameisya, SpOG, mengatakan tidak ada istilah selaput darah bisa robek saat bersepeda tanpa ada trauma keras atau selepas jatuh.

“Sebenarnya nggak sih, biasanya yang bisa menyebabkan selaput dara robek itu adalah trauma atau hentakan,” ujar dr Dinda kepada detikcom, Jumat (12/6/2020).

“Tapi kalau secara spontan dia robek saat bersepeda tanpa ada trauma yang keras sih nggak,” tambahnya.

Selain itu, dr Dinda juga menambahkan jika wanita ingin bersepeda jangan lupa untuk selalu membersihkan area kewanitaannya agar tidak terjadi keputihan.

“Kalo memang aktivitas olahraganya tinggi dengan kemungkinan kelembapan di daerah vaginanya meningkat, ya harus lebih rutin membersihkan area kewanitaannya,” pungkasnya.

Sumber : Detik.com

BERITA TERBARU