Beranda blog Halaman 2925

Gubernur Olly Dondokambey Resmikan RS Dr JH Awaloei

0

TNews, SULUT – Sulawesi Utara (Sulut), ketambahan satu Rumah Sakit Umum (RSU) baru, setelah diresmikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE. RSU yg diresmikan, Rabu (10/6/2020) oleh Gubernur Olly Dondokambey itu diberi nama RSU Dr JH Awaloei terletak di Desa Tateli, Kabupaten Minahasa.

RSU Dr JH Awaloei dilengkapi fasilitas 180 tempat tidur pasien. 50 tempat tidur di antaranya diperuntukkan pasien penderita Covid – 19.

Pada kesempatan itu Bupati Kabupaten Minahasa Royke Octavinus Roring, menandatangi prasasti peresmian rumah sakit.

Sementara itu, Gubernur memberikan apresiasi pemilik RSU Dr JH Waloei– warga Sulut yang melakukan investasi membangun fasilitas kesehatan modern. Hadirnya RS Dr JH Awaloei di Tateli diyakini Olly akan sangat membantu pemerintah dalam penanggulangan COVID-19 di Sulut. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersyukur karena ada putera daerah berinvestasi membangun sarana dan prasarana  seperti Rumah Sakit Dr JH Awaloei ini,” kata Olly.

Sebab menurut Olly, Sulut menjadi dearah kunjungan wisata, dan juga menjadi rumah sakit rujukan. Diharapkan pengelolaan manajen juga sesuai dgn bangunannya yang bagus dan bermanfaat bagi masyarakat Sulut.

“Karena kita tahu Sulut ini menjadi daerah kunjungan wisata daerah kunjungan wilayah timur juga disini menjadi rumah sakit rujukan disini. Tentunya kami sangat harapkan pengelolaan manajemennya juga sesuai dengan bangunannya bagus sehingga manfaat bagi masyarakat Sulut,” ujar Olly.

Olly juga mengapresiasi dukungan pihak RS Dr JH Awaloei yang berkomitmen melayani program BPJS dan membantu penanganan COVID-19 di Sulut. “Kita kan tidak tahu sampai dimana pasien COVID-19 yang ada dan tentunya kita harus siapkan sarana prasarana. Pemerintah menyiapkan tetapi sangat berterimakasih kalau ada pihak swasta yang mau juga ikut bersama sama dengan pemerintah menyiapkan sarana prasarana ini,” kuncinya.

Turut hadir dalam acara ini Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut, Bupati Minahasa Royke Roring, Dirut RSUP Kandouw, Dirut RS Pancaran Kasih, Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado, para kerabat dan dokter sejawat Dr JH Awaloei. (Ke)

 

Curah Hujan Tinggi, BPBD Touna Imbau Masyarakat Tetap Waspada

0

TNews, AMPANA – Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tojo Una Una membuat sejumlah wilayah yang rawan longsor maupun banjir. Untuk itu masyarakat diimbau harus eksra hati hati. Demikian disampaikan PLT Kepala Badan Pennggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Tojo una Una Drs Hambiah Soetedjo.

Menurut Hambiah ada sejumlah titik rawan banjir maupun longsor yang sering terjadi ketika curah hujan mulai naik seperti di wilayah Jalur dua air meluap hingga ke jalan kemudian di wilayah Kelurahan Malotong hal itu disebabkan air meluap dan mengenangi puluhan rumah warga. “Sedangkan wilayah yang rawan longsor juga sering terjadi di wilayah kecamatan Ulubongka,” tambahnya.

Dengan tingginya curah hujan saat ini kita terus memberikan himbauan kepada seluruh Masyarakat untuk tetap lebih berhati hati. “Kemudian bagi para pengendara juga kita himbau saat bepergian agar tetap mengutamakan keselamatan dan hati hati ketika melintasi titik rawan bencana. Kita juga telah memasang spanduk himbauan peringatan di sejumlah titik di Kota Ampana,” tambahnya.

 

Dales Lantapon

 

Kontak dengan Sapi, 22 Warga Gorontalo Positif

0

TNews, GORONTALO – Warga Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Gorontalo yang positif antraks akibat kontak langsung dengan sapi bertambah 11 orang menjadi 22 orang. Para warga tersebut mengalami luka melepuh di bagian tangan, perut, hingga wajah.

Kepala Puskesmas Limboto Barat, Fatmawati Palilati mengungkapkan, awalnya pihaknya mendeteksi 11 warga yang terindikasi terkena atraks pada 2 Juni 2020 lalu. 11 Orang yang dinyatakan terindikasi antraks itu merupakan hasil pemeriksaan terhadap 25 orang yang melapor ke rumah sakit.

“Selasa kemarin kami melakukan pelayanan lanjutan dengan tujuan untuk mengontrol pasien yang sudah datang. Dan ada ketambahan lagi pasien yang indikasi gejala ke arah antraks berjumlah 11 orang. Jadi total ada 22 orang,” ujar Fatmawati di Gorontalo, Rabu (10/6/2020).

Puskesmas Limboto Barat sudah mendeteksi penyakit antraks pada warga sejak 30 Mei lalu. Saat itu tim surveilans dari rumah sakit langsung diterjunkan untuk melacak warga yang pernah kontak langsung dengan sapi yang mati mendadak.

Dia juga menjelaskan, saat ini pihak Puskesmas sudah berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan kabupaten dan provinsi soal penangganan pasien yang diduga antraks. Bahkan, dinas peternakan juga sudah memeriksa sampe sapi yang mati.

“Semua yang terkena ada warga desa Daenaa tidak ada dari desa lain, di desa itu ada dua dusun. Dusun marisa dan dusun Ponelo,” tegas Fatmawati.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Roni Sampir menjelaskan, ada 8 sapi yang disembeli di Desa Daenaa, 5 berada di Dusun Marisa dan 3 di Dusun Ponelo. Pada survelens pertama, didapati ada 6 orang yang mengalami gejala antraks dan langsung ditanggani.

“Surveilans kita juga menelusuri, satu ekor sapi yang disembelih itu disebarkan kemana saja, siapa yang mengkonsumsi. Tim mendapati ada 24 orang yang mengkonsumsi, dari 24 orang ada 11 orang yang mempunyai gejala antraks dan langsung diobati. Kita kaloborasi dengan dinas peternakan dengan menurukan dokter hewan dan mengambil sampel untuk pemeriksaan,” jelas Roni.

Dia juga menyatakan, atraks yang ada di desa daenaa, termasuk antraks ringan atau antraks kulit. Pengobatannya hanya dengan memberikan antibiotik.

 

Sumber: Detik.com

Jokowi Inginkan Pendidikan di RI Bisa Sebanding Dengan Korsel

0

TNews, PENDIDIKAN – Presiden Joko Widodo meminta agar sistem pendidikan di Indonesia mencontoh Australia, Finlandia, Jerman, dan Korea Selatan. Jokowi menilai negara-negara tersebut berhasil mengadaptasi sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan perubahan di masa depan, sehingga patut dijadikan patokan.

untuk memenuhi kebutuhan perubahan di masa depan, seperti Australia untuk PAUD, Finlandia untuk pendidikan dasar dan menengah, Jerman untuk pendidikan vokasi, dan Korea untuk pendidikan tinggi,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas, Kamis (4/6).

Jokowi mengatakan Indonesia perlu mencontoh sistem pendidikan di empat negara tersebut karena banyak perubahan yang terjadi saat ini. Mulai dari disrupsi teknologi yang berdampak pada penerapan otomatisasi, artificial intelligence, big data, dan Internet of Things (IoT).

Selain itu, ia juga menekankan antisipasi terhadap perubahan demografi, profile sosio ekonomi dari populasi dan perubahan pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel.

“Hingga perubahan struktural yang sangat cepat akibat pandemi covid yang kita alami sekarang ini. Misalnya pembelajaran jarak jauh, percepatan digitalisasi, maupun less contact economy,” katanya.

Jokowi juga meminta agar pendidikan karakter tetap diperhatikan. Menurutnya, hal itu berperan penting dalam pembangunan mental dan karakter bangsa.

Mantan Wali Kota Solo itu juga menyampaikan agar ada target yang terukur jelas. Mulai dari angka partisipasi pendidikan dasar, menengah, dan tinggi hingga target untuk hasil belajar, perbaikan kualitas guru, kurikulum, infrastruktur, serta distribusi pendidikan yang inklusif dan merata.

Saya kira kita buat targetnya yang tinggi saja biar kita optimis, biar kita semangat,” ucap Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa mereformasi pendidikan ini tidak hanya perli dilakukan Kementerian pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga komunitas pendidikan, kementerian/lembaga lain, masyarakat, pemerintah daerah, termasuk pihak swasta.

“Karena reformasi pendidikan bukan hanya mencakup penyesuaian kurikulum, pedagogi, dan metode penilaian, tapi juga menyangkut perbaikan infrastruktur, penyediaan akses teknologi dan juga yang berkaitan dengan dukungan pendanaan,” jelasnya.

Sumber : Cnnindonesia.com

Sekda Bolmut Ikuti Webinar Kesiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020

0

TNews, BOLMUT  – Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Dr.Drs Hi Asripan Nani M.SI,  mengikuti web seminar (webinar) tentang kesiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 di Ruang Rapat Bupati Bolmut Rabu (10/06/2020).

Webinar yang yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bertemakan “Kesiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020”.

Adapun hadir sebagai narasumber, webinar tersebut, yaitu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik, Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Ardian, Anggota KPU-RI Pramono, dan Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendagri, Agus Fatoni. Ia mengatakan bahwa webinar kali ini bertujuan untuk mengidentidikasi isu yang berkenaan dengan kesiapan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang harus ditunda akibat pandemi Covid-19.

Indonesia lanjutnya, harus menunda pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 mengingat masa pandemi belum selesai ditanah air. Pilkada yang semula dijadwalkan 23 September 2020 harus ditunda menjadi tanggal 9 Desember 2020.

“Penundaan ini bukanlah dilakukan oleh Indonesia sendiri, namum ada beberapa negara lain juga melakukan hal yang sama. Diantaranya Kanada, Ceko, Argentina, Jerman, Bolivia, dan Bosnia,” terangnya.

Untuk Indonesia sendiri, lanjut Fatoni, akan diikuti 270 daerah dengan rincian 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota.

“Dalam Pilkada nanti kita harapkan pelaksanaannya tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Webinar ini juga dihadiri Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Bolmut, Samidin Korompot, S.STP, Sekretaris Bandan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Awaludin Manangin, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bolmut Junaidi Harundja SH, dan Pimpinan Bawaslu Bolmut Eben Benzhar Enok.

 

Uphik Mando 

Konsistensi Resep dan Kebersihan Buat Angkringan HIKK Tetap Eksis Walau Pandemi

0

TNews, KOTAMOBAGU – Berbekal keuletan, Sulistiana Wijayanti (27), warga asli Solo, yang sudah 5 tahun menetap dan berjualan jamu di Kotamobagu, akhirnya berhasil merintis karir dan membuka usaha kedai makan yang diberi nama Angkringan Hidangan Istimewa Kampung Kota (HIKK). Bersama suaminya, Gunarto (40), Sulistiana memulai usaha kedai makannya sejak 6 bulan lalu.

Menurut Sulistiana, peluang berusaha di Kotamobagu terbilang cukup menjajikan, pasalnya, daya beli orang Kotamobagu masih lebih tinggi di banding dengan di daerah asalnya. Sayang, mewabahnya corona membuat usahanya mengalami penurunan drastis.

“Di sini, (Kotamobagu), orang-orangnya ramah dan bisa dibilang cukup semua. Daya belinya tinggi. Bahkan kedai kami selalu ramai, tak tanggung-tanggung per harinya, peghasilan kedai ini bisa selalu berada di kisaran Rp5 juta, sayang corona membuat penghasilan kami menurun hingga 80 persen, bahkan membuat Sulistiani harus memberhentikan ke enam karyawannya,” jelasnya, Rabu, (10/06/2020).

Meski demikian, dirinya tak patah semangat, ia percaya rezeki sudah diatur oleh Tuhan, sehingga kedai ini tetap dibuka walau sedang terjadi pandemi covid-19.

“Syukurlah, yang namanya usaha, pasti ada jalannya. Pengunjung tetap ada, dan kami memperlakukan protokol kesehatan, sebagai bantuk ikhtiar,”ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, lanjutnya, konsistensi resep dan harga jual yang murah, membuat kedai ini selalu ramai. Meski saat ini harus menggunakan sistem bawa pulang.

“Kisaran harganya dari Rp. 2000,00 – Rp. 40.000,00 murah meriah dan bersahabat dengan kantong anak muda. Semoga wabah ini bisa segera berakhir dan kedai bisa tetap bertahan juga terus berkembang,” pungkasnya.

Neno Karlina

Kapolresta Manado Gagalkan Insiden Pengambilan Paksa Jenazah PDP Corona

0

TNews, HUKRIM – Insiden pengambilan jenazah pasien dalam pengawasan (PDP), kembali terjadi di Kota Manado, tepatnya di RS Pancaran Kasih (RSPK) Manado pada Rabu (10/6/2020). Meski sempat menegang, namun pengambilan jenazah PDP tersebut, berhasil digagalkan oleh pihak TNI/Polri.

Saat dikonfirmasi Tribun Manado, Rabu (10/6/2020) Kasubag Humas Iptu Yusak Parinding membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahkan Kapolres Manado AKBP Elvianus Laoli turun langsung dan memberikan arahan untuk menenangkan pihak keluarga

“Memang dari informasi pihak rumah sakit, jenazah tersebut, meninggal pada Selasa (9/6/2020) malam kemarin, dan berstatus sebagai pasien dalam pengawasan, sehingga proses pemakamannya akan dilakukan sesuai protokol Covid-19,” ujarnya

Namun tambah dia hal tersebut sempat ditolak pihak keluarga, sehingga pada Rabu (10/6/2020) pagi sedikit terjadi riak-riak, di mana keluarga meminta agar jenazah tersebut tidak dimakamkan mengikuti protap Covid-19.

“Dari situ, kita langsung bertindak cepat dengan menambah jumlah personel yang berjaga di RS Pancaran Kasih, dan pak Kapolres langsung turun memberikan arahan, hingga situasinya dapat terkendali,” tandasnya.

Sementara juru bicara gugus tugas Manado, Sanil Marentek mengatakan, kejadian pengambilan paksa jenazah PDP di Manado hingga saat ini telah terjadi tiga kali yang nyaris berurutan di lokasi yang sama di RS Pancaran Kasih, yakni pada tanggal 1 Juni, 2 Juni dan 10 Juni.

“Namun berkat pengalaman dari kejadian pertama, di mana salah satu PDP berhasil diambil paksa, maka tim gugus tugas membangun koordinasi dengan TNI/Polri untuk memperketat penjagaan saat ada kejadian serupa, sehingga pengambilan paksa jenazah PDP pada 2 Juni dan Rabu (10/6/2020) hari ini berhasil digagalkan,” jelasnya.

Marentek pun menyayangkan masih adanya pihak keluarga enggan menerima pemakaman jenazah PDP dilakukan sesuai protokol Covid-19.

“Apalagi kan jelas pemakaman jenazah PDP sesuai protap, sebenarnya untuk melindungi pihak keluarga dari paparan Covid-19, karena sudah ada contoh kasus dimana jenazah PDP yang diambil paksa dan dimakamkan secara normal, ternyata setelah keluar hasil swabnya positif, sehingga ini sangat berbahaya,” tuturnya

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghilangkan ego dan bekerja sama guna meminimalisir penyebaran wabah Covid-19, agar tidak ada lagi insiden yang berbahaya seperti ini, terjadi dilingkungan kita.

“Sebab dengan adanya kerjasama yang baik diikuti tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap berbagai anjuran pemerintah, maka akan semakin cepat bagi kita untuk memasuki fase new normal,” tandasnya.

Sekedar informasi insiden pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan ini, sudah ketiga kalinya terjadi di RS Pancaran Kasih Manado, dimana yang pertama terjadi pada 1 Juni silam dan massa berhasil membawa pulang jenazah PDP yang belakangan terkonfirmasi positif.

Peristiwa kedua terjadi pada 2 Juni, ada salah satu PDP asal Minahasa yang meninggal di RS Pancaran Kasih, namun aksi pengambilan jenazah secara paksa tersebut berhasil digagalkan

Serta peristiwa ketiga terjadi Rabu (10/6/2020) hari ini, dimana keluarga salah satu pasien PDP yang berdomisili di Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, berupaya membawa pulang jenazah keluarganya yang meninggal pada Selasa (9/6/2020) malam kemarin, namun berhasil digagalkan oleh jajaran TNI/Polri.

 

Sumber: Tribun Manado

Pemprov Sulut Terima Bantuan 3 Unit Ventilator dari Gesit Foundation

0

TNews, SULUT – Gesit Foundation menyerahkan bantuan 3 unit non Invasive ventilator kepada Pemprov Sulut.

Penyerahan bantuan itu dilakukan di Kantor Badan Penghubung Provinsi Sulut, Jalan Cempaka Putih Nomor 120
Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2020).

Bantuan diterima Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Utara diserahkan Peng Tjoan, Pengurus Gesit Foundation.

Selain itu, Gesit Foundation juga telah menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) , Rapid Test dan Non Invasive Ventilator kepada Palang Merah Indonesia (PMI).

Selain itu bantuan juga diserahkan Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Kota Surabaya, Pemprov Kalimantan Barat,
Pemprov Maluku, Pemprov Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Kemudian, bantuan untuk Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta serta
rumah sakit di daerah dan organisasi atau instansi yang terlibat aktif membantu pemerintah melawan Covid 19.

Peng Tjoan, Pengurus Gesit Foundation mengatakan, Gesit Foundation sebuah lembaga nirlaba yang peduli kepada rakyat, bangsa dan negara.

Bentuk kepeduliannya Gesit Foundation telah menyerahkan Non Invasive Ventilator dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia dalam rangka menanggulangi Covid 19.

Gesit Foundation juga telah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat pra sejahtera yang terdampak Covid-19.

“Gesit Foundation berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat mendukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam penanggulangan pandemic Covid 19 di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, ” kata dia.


Sumber: tribun Manado

Guna Transparansi Anggaran Covid-19, Pemkot Kotamobagu Lapor Hingga ke Menkeu

0

TNews, KOTAMOBAGU –  Kurang lebih sebesar Rp82 miliar, Pemkot Kotamobagu telah menganggarkan dana untuk penanganan Covid-19. Dari sebanyak tersebut, yang terserap sejumlah Rp28 miliar atau 34 persen.

Terbanyak serapan ada di RSUD Kotamobagu sebanyak Rp18 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sugiarto Yunus menjelaskan ada tiga bidang serapan anggaran covid-19, yakni Kesehatan sebesar Rp70.843.710.823, Penyediaan jaring Pengaman Sosial Rp9.296.293.359 dan Penanganan Dampak Ekonomi Rp2.721.440.000.

“Sampai hari ini dari total Rp82 miliar tersebut, sudah terserap 34 persen atau Rp28 miliar,” sebutnya, Rabu, (10/06/2020).

Disinggung soal transparansi anggaran, Ia menjelaskan jika Pemkot melakukan pelaporan setiap bulannya ke Pemerintah pusat. “Kami (seluruh pemda) wajib melaporkan anggaran covid-19 dan realisasi setiap bulannya ke Kementrian Keuangan (Kemenkeu) dan Kemendagri. Jika tak melaporkan, maka pemda akan mendapatkan sanksi tertundanya Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.

Ia mengakui jika tertinggi anggaran Covid-19 ada di RSUD Kotamobagu. Ini dikarenakan RSUD telah ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan nasional.

Sebelumnya Wali Kota Tatong Bara menjelaskan jika Pemkot sudah menyiapkan anggaran penanganan covid-19 hingga Desember 2020.

“Untuk Kotamobagu, kita sudah ikuti dari awal dan sudah ada perencanaan sampai Desember, termasuk pemberian sembako dan BLT desa,” kata wali kota, beberapa waktu lalu sambil menerangkan jika Pemkot menyesuaikan dengan skema di Kementerian yang sudah menganggarkan sampai Desember.

“Kita lihat perkembangan dan kita menyesuaikan, karena kedaruratan kita mengikuti keputusan nasional,” jelasnya.

Dari total anggaran tersebut sudah termasuk untuk kesehatan dan perekonomian. “Baru 30 persen yang terpakai, memang kita sudah anggarkan, tapi kita ikut kebutuhan yang ada,” jelasnya.

Berikut data alokasi dan penggunaan anggarannya:

 

Anggaran yang Dialokasikan ke SKPD

 

 

 

 

 

 

Neno Karlina

Pakai Strategi Gotong Royong, PDIP Siap Hadapi Pilkada Sulut

0

TNews, POLITIK – PDI Perjuangan bersiap menghadapi Pilkada Sulut.

Gotong royong menjadi strategi PDIP menghadapi momen politik.

Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey meminta semua petugas partai untuk memperkuat gotong royong

“PDIP sudah melaksanakan gerakan gotong royong partai yang telah dilakukan selama masa pandemik berjalan untuk terus dilanjutkan, ” kata Olly yang juga menjabat Bendahara Umum DPP PDIP ini.

Ia menyampaikan, saat ini PDIP fokis untuk membantu masyarakat selama masa pandemik Covid-19 ini, partai melakukan monitoring terhadap seluruh gerak aktifitas struktur dan kader partai dalam membantu masyarakat.

“Selanjutnya berdasarkan monitoring tersebut, Partai melakukan evaluasi terhadap struktur dan kader yang belum maksimal melakukan gerak gotong royong sebagaimana instruksi Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Mantan Anggota DPR RI ini.

Memasuki bulan Juni 2020 ini, Olly mengatakan, seperti biasanya akan diperingati sebagai Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Sulawesi Utara akan memperkuat aksi gotong royong dalam skala besar dengan melakukan bakti sosial dalam bentuk pembagian sembako dan sebagainya.

“Kegiatan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap masyarakat serta membantu pemerintah dalam penanganan dampak social di masa pandemic virus corona,” ujarnya.

Para kader bergotong-royong turun membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19, baik secara ekonomi maupun sosial.

Gerakan lawan Covid 19 ini kemudian dinamai ‘Optimasi Diri Sebarkan Kebaikan’ (ODSK)

Label yang mirip dengan singkatan Kader terbaik PDIP, Olly Dondokambey-Steven Kandouw (OD-SK)

Gerakan ODSK dengan cara membantu masyarakat.

Franky Wongkar, Sekretaris DPD PDIP Sulut memperlihatkan kepedulian partai terhadap rakyat yang sedang menghadapi dampak Covid-19.

“Kita fokus bantu pemerintah dan rakyat,” ujarnya.

Franky mengatakan, PDIP sedang menjalankan misi kemanusiaan yang efeknya juga berpengaruh atas dukungan rakyag kepada partai maupun calon yang diusung PDIP

“Kerja kemanusian ini sekaligus memperlihatkan kepedulian partai terhadap rakyat yang sedang menghadapi dampak Covid-19. Kita fokus bantu pemerintah dan rakyat, ” ujarnya.


Sumber: Tribun Manado

BERITA TERBARU