Beranda blog Halaman 3134

Terus Maksimalkan Pelayanan, Ini Terobosan RSUD Kotamobagu

0
RSUD KOTAMOBAGU

TNews, KOTAMOBAGU – Dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu melakukan berbagai terobosan. Salah satu terobosan yakni dengan disiapkannya Ruang Belajar Ramah Anak (RBRA) di areal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kotamobagu Sitti Rafiqa Bora SE, RBRA ini disiapkan oleh pemerintah Kota Kotamobagu, mengingat adanya anak-anak yang kerap dibawa oleh orang tua mereka saat akan membesuk di rumah sakit.

“Sementara anak-anak dibawah usia 13 tahun, sesuai Peraturan Menkes tidak bisa masuk di areal Rumah Sakit, untuk menjaga anak-anak ini tidak terjangkit virus. Makanya, ruang belajar ramah anak ini kita siapkan, sebagai tempat penitipan anak, agar mereka bisa bermain dan juga dididik dengan berbagai fasilitas yang ada dalam ruang belajar tersebut,” ungkap Kepala Dinas

Bahkan, kata Rafiqa di ruang belajar ramah anak tersebut juga, Pemkot Kotamobagu menyiapkan guru dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang nantinya akan menjaga, serta memberikan bimbingan-bimbingan kepada anak-anak yang dititipkan di tempat itu. “Sehingga dengan begitu, orang tua yang datang membesuk kerabat mereka di rumah sakit juga, bisa lebih tenang, dalam menitipkan anak-anak mereka di ruang belajar ramah anak tersebut,” tambahnya.

Rafiqa menambahkan ruang belajar ramah anak itu, bisa terwujud atas kerja sama Dinas P3A dengan Dinas Pendidikan Kotamobagu. “Ini sebagai amanat undang-undang juga, untuk kita memberikan serta menciptakan sebuah upaya pendidikan dan perlindungan bagi anak-anak kita, yang juga sebagai penerus daerah ini,” tuturnya.

Selain itu, RSUD Kota Kotamobagu juga saat ini tengah mempersiapkan sebuah bangunan yang akan dijadikan rumah singgah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur RSUD Kotamobagu dr Diana Sandra Pontoh kepada awak media, Rabu (19/02/2020). “Letak bangunannya disamping Rumah Belajar Ramah Anak (RBRA), dimana saat ini, rumah singgah tersebut sementara dalam tahap perampungan,” ungkap Sandra.

Sandra menambahkan, rumah singgah tersebut, nantinya diperuntukkan bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah Kotamobagu. “Biasanya ada keluarga atau kerabat pasien yang berasal dari luar daerah. Nah, rumah singgah ini diperuntukkan buat mereka, agar bisa beristirahat, serta tidak memadati ruang perawatan pasien, menginggat aturan rumah sakit yang membatasi jumlah penjaga pasien,” tambahnya.

Masih menurut Sandra, fasilitas rumah singgah ini juga, merupakan inisiatif Pemerintah Kota Kotamobagu dibawah kepemimpinan Walikota Ir Hj Tatong Bara dan Wakil Walikota Nayodo Koerniawan, dalam rangka neningkatkan kenyamanan pada fasilitas kesehatan di daerah itu, yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Sulawesi Utara.

 

Tim TNews

14 Peserta Lulus Passing Grade Tes CPNS Sesi Ketiga

0
Sekda Tahlis dan Kepala BKPP Umarudin Amba bersama 14 Peserta yang lulus PG. (Foto: Imran Asiaw/Tnews

TNews, BOLMONG — Sesi ketiga ujian Computer Assisted Tes (CAT) bagi tenaga guru yang dimulai sejak Pukul 12.30 Wita, di Gedung CAT Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi di ikuti 50 peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Rabu (19/02/2020).

Sedikitnya, dari 50 peserta yang mengkuti ujian teresebut, hanya 14 orang yang berhasil mencapai Passing Grade.

“Iya, ada 14 orang yang mencapai PG. Di sesi ketiga ini sesuai jadwal yang kita tetapkan per sesi 50 orang semua mengkuti ujian. Berbeda dengan sesi kedua yang hanya di ikuti 48 orang. Alhamdullian kali ini melebihi sepuluh orang lulus,” kata Kepala BKPP Bolmong, Umarudin Amba di lokasi pelaksanaan tes CPNS.

Pantauan TNews, Sekda Tahlis Gallang hingga sesi ketiga terus memantau dan menyaksikan langsung ujian yang di ikuti CPNS di berbagai daerah itu.

“Mudah-mudahan 183 formasi yang kita buka dapat terisi semua hingga berakhirnya seleksi CAT. Berharap juga kepada para peserta yang lulus agar lebih giat lagi belajar. Sebab, masih ada tantangan kedepan untuk bertarung kembali di ujian Seleksi Kompetesi Bidang (SKD),” ungkap Panglima ASN Bolmong itu.

Imran Asiaw

Ibu Hamil Asal Pobundayan ini Capai Passing Grade di Ujian CPNS Bolmong

0
Cindi Aristi Paputungan. (Foto : Imran Asiaw/TNews)

TNews, BOLMONG — Pelaksanaan ujian Computer Assisted Tes (CAT) di Gedung CAT Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pada sesi ketiga usai digelar, Rabu (19/02/2020).

Dalam sesi ketiga tersebut, 14 peserta berhasil meraih Passing Grade (PG). Cindi Aristi Paputungan satu diantaranya, ibu hamil asal Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu itu tak menyangka bisa lulus PG. Ia terlihat haru memeluk suaminya hingga meneteskan air mata.

“Saya sudah dua kali ikut CPNS, tahun lalu di Kotamobagu. Namun tahun ini memutuskan untuk ikut di Kabupaten Bolmong. Tak ada firasat apapun. Mungkin ini rejeki saya bersama suami untuk di persembahkan kepada anak kami. Semoga pada tes SKB nanti bisa lulus lagi untuk mengabdi di daerah ini,” ungkap wanita kelahiran 06 Oktober 1994 itu.

Lulusan Unima Tahun 2017 yang mengambil formasi guru IPA Ahli pertama di SMP Negeri 2 Lolak itu diketahui, berhasil meraih PG sesuai nilai yang ditentukan yakni TWK 70, TIU 135 dan TKP 145. Dengan demikian, Cindi berhasli meraih nilai dengan total 350.

Imran Asiaw 

Adat Pernikahan Suku Mongondow Didorong untuk Diperdakan

0
TNews, Kotamobagu – Guna menyamakan persepsi untuk mendudukan adat pernikahan Suku Mongondow, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Kotamobagu menggelar pertemuan dengan Budayawan dan Penata Rias Pernikahan, di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik), Rabu, (19/02/2020).
“Pertemuan ini adalah pertemuan pertama kita sebelum ada seminar. Harus ada pertemuan, “mongonguman”, tentang adat, istiadat tata cara, bagaimana adat pernikahan dengan adat Mongondow,” jelas Kepala Disparbud Kotamobagu, Anki Taurina Mokoginta.
Dirinya mengatakan, agar tidak terjadi perbedaan, harus diketahui dulu ornamen adat yang digunakan saat melangsungkan pernikahan suku Mongondow. “Harus tahu dulu, adat Mongondow seperti apa. Mulai dari tahapan pernikahan, pakaian pengantinnya, tatarias termasuk warna. Karena, ini ada arti tersendiri. Sunting, bandang pria, kris, kenapa harus di kanan dan bahkan cara duduk,” jelasnya.
Setelah seminar, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan ini akan kita ajukan untuk diperdakan, sebagai bentuk dari pelestarian budaya. “Ini akan bertahap, jika saat ini seputar pakaian adat saat menikah, selanjutnya mungkin bisa ke tahapan dalam pernikahan. Seminarnya, nanti Oktober triwulan empat. Tapi, ini akan didorong agar bisa diperdakan,” ujarnya.
Sementara itu, Budayawan Mongondow, Chairun Mokoginta mengatakan, sangat gembira, dan berterima kasih pemkot sudah berinisiatif membuat pertemuan “mongongumam” berbicara masalah adat Mongondow. “Ini menjadi pintu masuk yang baik untuk melestarikan budaya Mongondow. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.
Senada, Penata Rias Pengantin Kawakan di BMR, Bunda Ima, mengatakan sangat senang sekaligus tertantang bisa terlibat dalam kegiatan. “Apalagi jika ini akan diperwako atau diperdakan. Kita bisa mendapat sebuah persepsi yang sama. Bagaimana seharusnya merias pengantin Mongindow. Apa saja yang harus diperhatikan,” singkatnya.
Neno Karlina

81 Spot Pemasangan BTS di Bolsel, Tunggu Verifikasi Lapangan

0

TNews, Bolsel – Pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh indonesia hingga ke pelosok, semakin di gencarkan.

Target indonesia ‘merdeka’ sinyal terus dikejar oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) kementerian Komunikasi dan Informatika.

BAKTI sendiri ditugaskan membangun prasarana telekomunikasi di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T), serta menyasar 5.000 desa agar dapt menikmati layanan telekomunikasi.

Dari target 5000 desa untuk pembangunan prasarana telekomunimasi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mendapat jatah 81 desa untuk pembangunan pemancar Base Transceiver Station (BTS).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bolsel Aldy Setiawan Gobel mengatakan, dari 81 titik tersebut masih akan menunggu verifikasi lapangan dari BAKTI. “Itu masi menunggu verifikasi, tinggal kita lihat dari 81 titik itu, berapa titik yang layak untuk dipasang BTS,”ungkapnya, Rabu (19/02/2020).

Aldy membeberkan, 81 titik yang ada itu adalah keseluruhan dari setiap desa di Bolsel. “Ada beberapa desa yang sudah tersedia layanan internet, jadi ada kemungkinan desa-desa tersebut tidak akan masuk dalam pemasangan BTS saat verifikasi nanti,”tuturnya.

“Untuk jenis provider yang akan digunakan nantinya dari BAKTI akan melakukan tracking menentukan kelayakan jaringan,”tutupnya.

Gie

Kotamobagu Barat dan Selatan, Jadi Pusat Rehabilitasi Penanaman Pohon

0
Indrawan Mokoginta
TNews, Kotamobagu – Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, (P2KLH), Dinas Lingkungan (DLH) Kota Kotamobagu, Indrawan Mokoginta, mengatakan untuk memulihkan dan menjaga air di Kotamobagu, DLH menetapkan Kotamobagu Barat dan Selatan untuk menjadi pusat rehabilitasi penanaman pohon.
“Memang, untuk air di sungai kita (Kotamobagu) rata-rata masih di bawah baku mutu. Kalau pun dua kecamatan ini dijadikan pusat penanaman pohon, itu dikarenakan banyak potensi Longsor, misal di Gogagoman, atau Galian C di Kotamobagu Selatan,” kata Indrawan kepada TNews, Rabu, (19/02/2020) saat disambangi dikantor DLH Kotamobagu.
Menurut Indrawan, penanaman pohon ini juga untuk mewujudkan Sustainability Depelovment Gol’s (SDGs), atau tujuan keberlanjutan, yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotamobagu. “Ini juga untuk membantu mewujudkan tujuan keberlanjutan, yanh dicanangkan pemerintah, di samping untuk meminimalisir  potensi negatif,” jelas Indrawan.
Indrawan menambahkan, selain secara mandiri, pihaknya juga bekerjasama dengan pihak yang lain untuk sama-sama mewujudkan program ini. “Kita sudah beberapa kali melakukan penanaman, baik mandiri pun dengan instansi lain. Kemarin PLN juga melakukan kegiatan serupa,” pungkas Indrawan.
Neno Karlina

Kotamobagu Siap Sambut Penilaian Sekolah Adiwiyata

0
Suasana rapat persiapan penilaia Sekolah Adiwiyata, di Kantor DLH, Kotamobagu, Rabu, (19/02/2020), (Foto: Neno Karlina).
TNews, KOTAMOBAGU – Maksimalkan persiapan jelang penilaian Sekolah Adiwiyata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu menggelar rapat bersama Kepala Sekolah (Kepsek), tingkat Dasar, dan Menengah Atas Pertama se-Kotamobagu yang belum pernah mendapat gelar Sekolah Adiwiyata, di kantor DLH, Rabu, (19/02/2020).
Rapat ini dihadiri Assisten II Pemkot Kotamobagu, Gunawan Damopilii, dan Sultje Kamasaan, untuk berbagi seputar kiat bagaimana SDN 2 Kotamobagu bisa mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata.
“Bagaimana kita mengupayakan agar lingkungan bisa tetap terjaga. Dengan berusaha menjaga lingkungan, kita berinvestasi banyak hal, bukan hanya hidup lebih bersih, dan sehat, tapi lebih berkualitas,” kata Gunawan.
Menurut Gunawan, lingkungan sekolah yang bersih, pada sebenarnya juga turut mendorong mutu pendidikan lebih baik. “Siswanya sehat, lingkungan asri, menarik, membuat anak-anak siswa didik dan guru menjadi lebih nyaman. Bukan hanya untuk mengejar penghargaan secara normatif saja. Tapi, bagaimana mencapai kemaslahatan bersama,” ujar Gunawan.
Senada, Suljte Kamasaan mengatakan untuk mengubah sekolah menjadi lebih bersih dan menarik, tidak sulit. Hanya menata sedemikian rupa dan memanfaatkan barang bekas yang ada. “Simpel saja, berdasar pengalaman saya, saya hanya membuat kaleng-kaleng bisa lebih bermanfaat, menjadikannya wadah untuk menanan bunga. Mengupayakan semua agar berpihak pada lingkungan. Menanam bunga, jangam menebang pohon, menjaga kebersiahan,” jelas Sultje.
Komitmen untuk memulai-lah, lanjut Sultje, yang menjadi faktor penting untuk bisa mewijudkan sekolah yang lebih baik dan bersih. “Karna ini terus menerus, memberikan pemahaman bagi siswa, memisahkan sampah organik dan non organik. Menjaga kebersihan setiap harinya. Tidak hanya sehari. Memanfaatkan barang bekas: ban, kaleng, plastik, menjadi lebih indah dan bernilai. Perlu diingat, untuk sekolah Adiwiyata itu tidak harus mewah, sehingga seharusnya, tidak ada alasan untuk infrastruktur tidak menunjang,” pungkas Sultje.
Terpisah, Kepala Bidang, Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Kotamobagu, Irwan Paputungan, mengatakan, pelaksanaan penilaian ini sampai bulan April. Untuk tim penilai masih menunggu Surat Keputusan (SK) Walikota. “Timnya ada dari Dikdis Kotamobagu, Provinsi, DLH, Kemenag Agama, juga media massa. Poin yang dinilai terutama IPMLH sebagai tujuan sekolah Adiwiyata. Bukan berpatokan pada infrastrukturnya,” singkatnya.
Diketahui, ‘Sekolah Adiwiyata’ diberikan pada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program Adiwiyata sendiri merupakan sebuah program dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah yang demikian. Program ini dilaksanakan dengan berdasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Sekolah Adiwiyata juga merupakan gelar bagi sekolah yang dianggap sudah baik dan ideal sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika bagi siswa-siswinya sehingga dapat menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan.
Neno Karlina

Polres Touna Ungkap Kasus Narkoba

0

TNews, AMPANA – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Tojo Una Una (Touna) menggelar konfensi Pers terkait Pengungkapan Kasus Narkoba yang terjadi di Wilayah Touna. Kegiatan Press Rillis dipimpin langsung Kapolres Akbp Alfred Ramses Sianipar,SIK, MH, didampingi Kasat Narkoba AKP Muh Irham,S.H dan Kasubag Humas Polres Touna Iptu Triyanto, yang berlangsung di Ruang Rupatam Mapolres Touna.

Kapolres dalam keterangan Press Releasenya mengungkapkan Kepada awak media, bahwa sejak bulan Januari 2020 jajaran kami telah berhasil mengungkap 3 kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dibeberapa tempat berbeda.

“Pada hari rabu (08/01/2020), berdasarkan informasi dari masyarakat dipimpin oleh Kanit I Satresnarkoba Aipda Muh. Yusuf. R bersama 6 anggota melakukan penangkapan/penggeledahan/penggerebekan disebuah rumah di Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Malotong Kec. Ampana Kota Kab. Tojo Una-una dengan tersangka MK alias T,” kata Kapolres.

“Dari sana anggota kami menemukan sejumlah barang bukti berupa 4 (empat) paket serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih (3,0298 gram), 2 (dua) set alat hisap sabu (bong), 2 (dua) buah pirex, 2 (dua) buah Korek Gas, 1 (satu) buah potongan Lakban warna hitam, 1 (satu) unit Handphone merek nokia warna”, tambah Kapolres.

“Saat ini pelaku MK alias T ini telah menjalani proses penyidikan dan akan dijerat dengan Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1),” jelas Kapolres.

Berbeda dengan kasus MK alias T, temuan narkotika jenis sabu kali ini yaitu pada saat Polsek Tojo sedang melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dijalan Trans Sulawesi desa Lemoro Kecamatan Tojo. “KRYD yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tojo AKP Petrus A. Matasik, S.H. itu berhasil menemukan 6 (enam) paket serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto ( 3, 65 gram) dari pengendara mobil pick up GRAND MAX warna silver No Pol DD 8742 RE an. MIB alias SEM warga desa Jayabakti Kabupaten Banggai,” ungkap AKBP Ramses.

Sementara temuan shabu terakhir terjadi dijalan Jeruk Kelurahan Dondo Kabupaten Touna dengan tiga orang pelaku ( MR alias D, RL alias A dan MRS alias S).

Kapolres mengatakan, ketiga orang tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda dalam melakukan aksinya. MR alias D sebagai pemilik sementara RL alias A dan MRS alias S sebagai penjual atau perantara kepada para pembeli. “Karena memiliki peran yang berbeda, ketiga tersangka akan dikenakan pasal yang berbeda-beda pula”, ungkap Kapolres.

“Dari ketiga tersangka ini jajaran kami berhasil menyita barang bukti berupa 10 (sepuluh) paket serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto (3,64 gram), 7 (tujuh) buah Pipet, 8 (delapan) buah korek gas, 1 (satu) buah Gunting, 1 (satu) buah Pirex, 2 (dua) buah pematik korek api, dan uang sebesar Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah)”, tambah perwira 2 melatih ini.

“Kami menghimbau kepada masyrakat agar menjauhi narkoba serta memberikan informasi kepada kami apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan Narkoba. Karena kami akan terus melakukan upaya-upaya pemberantasan peredaran Narkoba dan menjadikan kabupaten Touna bebas dari narkoba,” tutupnya.

 

DALES LANTAPON

 

Bahas Soal Peningkatan Pelayanan, RSUD Kotamobagu dan Komisi III Dekot Akan Duduk Satu Meja

0

TNews, KOTAMOBAGU – Demi peningkatan pelayanan RSUD Kotamobagu kepada masyarakat, direncanakan Rabu (19/02) hari ini, manajemen RSUD dan komisi III DPRD Kotamobagu, akan duduk satu meja dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Ketua Bapemperda, Anugrah Begie Chandra Gobel SE.MEP (Fraksi PDIP) mengatakan, Pembahasan terkait agenda kerja RSUD KK yang juga termasuk dalam agenda kerja Dewan yang sudah terjadwal dan sesuai mekanisme. “Nantinya akan kita ketahui apakah ada SOP yang terlanggar atau ada dokumen yang tercecer dari managemen RSUD Pobundayan,” ungkap Begie.

Lebih lanjut Begie menuturkan, kegiatan hearing merupakan inisiatif dari komisi III DPRD KK. “Kami sudah menyurat ke pihak RSUD, dan pelaksanaannya hari ini jam 1 siang di ruang rapat Banmus DPRD KK Jl.Paloko Kinalang Kotamobagu,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk kepastian siapa saja yang hadir akan terlihat disaat pelaksanaan hearing. “Pastinya tujuan diadakan ini adalah untuk menjawab semua pertanyaan yang kita ingin ketahui bersama, terkait pelayanan dan penanganan pasien di RSUD Kota Kotamobagu,” tandasnya.

 

Sumber : Klik24.id

Ini Peserta CPNS Bolmong yang Lulus Pasing Grade di Sesi Kedua

0
Sekda Tahllis Galang dan Kepala BKPP Umaruddin Amba bersama peserya yang lulus PG. Foto : Imran Asiaw/TNews
TNews, BOLMONG – Seleksi ujian Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), yang bekerja sama dengan Kantor Regional XI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manado tahun anggaran 2020 di hari kedua, sesi kedua telah berakhir dilaksanakan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKKP), Rabu (19/02/2020), dan hanya sembilan peserta yang mencapai ambang batas nilai atau Passing Grade (PG).
Sesi kedua yang di gelar di Gedung CAT BKPP Bolmong tersebut, hanya di ikuti 48 peserta dari 50 peserta yang ditetapkan.
“Iya, hanya 48 yang ikut di sesi kedua sejak dimulai Pukul 10.00 Wita. Sementara ada sembilan orang yang mampu lulus PG. Tiga laki-laki dan lima perempuan,” kata Kepala BKPP, Umarudin Amba di lokasi pelaksanaan tes CPNS.
Satu diantara sembilan peserta yang mampu mencapai PG yakni, Deni Paputungan, asal Desa Komangaan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong mampu meraih nilai 290, yang terdiri dari TWK 75, TIU 80 dan TKP 135.
“Alhamdulillah lulus. Masih ada SKB lagi. Masih harus semangat dan tetap belajar. Sebelum tes juga saya belajar lewat online dan simulasi tes SKD,” pungkas pria yang melamar CPNS di SMP 8 Dumoga, lulusan Unima tahun 2019 jurusan PPKN itu.
Imran Asiaw

 

BERITA TERBARU