Lengkong Cs Hearing Diknas Boltim

0
97

TOTABUANEWS, BOLTIM – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) hearing Dinas pendidikan (Dispen Boltim), pasalnya sejauh ini sudah banyak Keluhan baik dari masyarakat maupun sejumlah Oknum Guru terkait Kinerja Dinas Pendidikan.

Hearing digelar di lantai Dua, ruangan Komisi III kantor DPRD pada (04/10/2016).
Hal ini sebagaimana dikatakan Ketua Komisi III DPRD Boltim Revy Lengkong, hearing (Dengar pendapat) yang dilakukanya kepada Instansi terkait, karena kinerja mereka yang tidak maksimal, ”Kita panggil Dispen untuk mempertanyakan sejumlah keluhan yang masuk di meja kami,” kata Revy.

Dia menjelaskan, keluhan sejumlah warga maupun oknum guru tersebut dinilai Fatal, sehingga harus dilakukan hearing, ” Kita mempertanyakan keluhan warga terkait salah satu siswa di Boltim yang dinilai memiliki kualitas dan sudah di karantina, namun tiba tiba dikeluarkan oleh pihak sekolah, karena alasan yang tidak masuk akal, sebab dikaitkan dengan urusan Politik, begitupun juga dengan Gaji 13 para Guru yang bersertifikasi, sudah Masuk satu tahun hak mereka tidak dibayarkan, kemudian mengenai Rumah Dinas Guru (RDG) sekolah, hingga pemotongan gaji para tenaga Guru,” terangnya.

Komisi III berharap, dengan adanya Hearing ini, Diknas bisa mengevaluasi Kinerja mereka yang kerap dikeluhkan, ”Harapan kami kedepan tidak terjadi kedua kali hal yang sama, sebab instansi terkait, sangat berpengaru penting di dunia pendidikan, maka dari itu harus menunjukan perilaku yang baik,” ungkapnya.

Terpisah kepala Dinas Pendidikan Boltim Yusri Damopolii usai di hearing mengatakan, jika pihaknya akan terus berbenah untuk kemajuan pendidikan di Boltim, ”kami menyadari jika hal ini perlu dilakukan, sebab dengan adanya hearing ini, ada banyak saran yang masuk, tentunya untuk memajukan boltim,” singkatnya.

 

 

Dicky Mamonto

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses