PMKS Jadi Polemik Pemerintah Kotamobagu

0
20

TOTABUANEWS, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, kesulitan dalam menangani sejumlah keluhan masyarakat, yang diresahkan oleh Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), atau pengidap gangguan kesehatan mental.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu, Sarida Mokoginta, mengatakan, para PMKS yang banyak berkeliaran, adalah penduduk luar Kotamobagu.

“Setelah ditindaklanjuti, ternyata identitas mereka bukan merupakan penduduk Kotamobagu, ada yang warga Desa Bintau, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), ada juga yang dari Boltim. Dan, kesehariannya di Kotamobagu, dengan perilaku yang tidak wajar, seperti menggunakan benda tajam/tumpul, terkadang melakuka pengancaman, menghalangi lalu lintas, atau berteriak-teriak tidak patut,” katanya, Selasa (13/03/2018).

Pemerintah telah berupaya sedemikian rupa, agar masalah PMKS ini, segera teratasi.

“Pengamanan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), bahkan sudah sering kali. Tapi, untuk tindakan lanjut, masih ada yang lebih berwenang. Jangan sampai kami menyalahi aturan main. Yang jelas, kami telah menyurat kepada Dinsos tetangga, terkait warganya yang telah meresahkan. Bahkan, kami sampai memulangkan ke keluarga” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot tetap akan berupaya agar PMKS ini, tidak lagi meresahkan masyarakat Kotamobagu.

“Kalau ada rekomendasi dari daerah tetangga, kami akan mengupayakan termasuk kerja sama dengan Dinas Kesehatan, untuk mengetahui sejauh tingkat gangg2uan kejiwaannya. Apakah bisa masih bisa dipulihkan dengan obat-obatan, atau harus dirujuk ke Manado,” ungkapnya.

Atasi masalah PMKS ini, Pemkot berencana membangun rumah singgah.

“Rencananya 2019, tapi saat ini kami akan meminjam bangunan sementara, untuk dijadikan rumah singgah, agar ada tempat yang bisa menampung PMKS ini, khususnya yang merupakan warga asal Kotamobagu,” pungkasnya.

Peliput: Neno Karlina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.