Aneh ! Media Dilarang Beritakan Kasus Tronton Bolsel

0
1459
ILUSTRASI TRONTON
ILUSTRASI TRONTON
ILUSTRASI TRONTON

TOTABUANEWS, BOLSEL – Mantan Kepala Dinas PU Bolsel, Syahril Gaib (saat ini Kepala Dinas ESDM), akhirnya memberikan tanggapan terkait dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus pengadaan tronton Rp 1,2 Miliar, saat menjabat Kepala Dinas PU tahun 2012 lalu.

Saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (23/2) kemarin, Syahril mengaku bahwa pengadaan tronton tersebut tidak bermasalah. Bahkan ia menjamin bahwa alat berat itu sudah memenuhi aturan saat diadakan. “Itu kan surat-suratnya sudah lengkap, barangnya juga masih bagus silahkan di cek langsung,” terang Gaib.

Syahril juga meminta, agar wartawan yang bertugas di Bolsel tidak perlu memberitakan terus menerus terkait kasus tronton yang saat ini tengah ditangani Cabjari Dumoga. “Saya minta kepada teman-teman wartawan agar berita tentang tronton ini sebaiknya dihentikan saja. Lagian istri saya bekerja di Polres Bolmong. Saya sudah diminta istri saya untuk melaporkan ini, tapi saya bilang jangan karena kita kan mitra dengan wartawan,” kata Syahril Gaib, dihadapan sejumlah wartawan.

Di sisi lain, pernyataan Syahril Gaib ini bertolak belakang dengan pernyataan Kadis PU saat ini, Teddy Manika. Menurut Teddy, selama ini kendaraan tersebut lebih banyak terparkir di halaman rumah warga, karena tidak mampu mengangkut beban berat (sebagaimana peruntukkannya), apalagi di medan tertentu (tanjakan). “Seperti apa yang kalian lihat, kurang lebih begitulah kondisinya,” jawab Kepala Dinas PU (sekarang) Teddy Manika, yang kabarnya sempat dipanggil Cabjari untuk dimintai keterangan.

Teddy juga tak membantah bahwa semenjak diadakan tronton berbandol kurang lebih Rp 1,2 Miliar itu lebih banyak parkir. “Kurang tau juga sudah berapa lama terparkir, yang jelas sejak alat itu ada memang tidak pernah digunakan,” kunci mantan Sekretaris PU ini.

Sementara itu, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Dumoga, La Haja, sebelumnya mengungkapkan bahwa pengadaan itu diduga tak sesuai spek (spesifikasi). “Semua sudah kami mintai keterangan. Sejumlah dokumen juga sudah kami periksa. Ditemukan ada selisih harga yang cukup tinggi. Langkah kami selanjutnya akan turun langsung ke tempat pembelian (dealer),” terang Kacabjari Dumoga, La Haja, belum lama ini.

 

Raldy Datundugon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.